Pengertian Pornografi
Pengertian pornografi menurut sudut pandang Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Menurut KBBI pornografi adalah (a)
penggambaran tingkah
laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi
(b) bahan bacaan yang dengan sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi
dalam seks. (KBBI, 2014).
Pengertian pornografi
menurut sudut pandang hukum. dari segi hukum pornografi
adalah gambar, sketsa, ilustrasi,
foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan,
gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi
dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi
seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat. (Yayasan Lembaga
Bantuan Hukum APIK, 2008).
Remaja dan Pornografi Internet
Pada umumnya para ana-anak yang
akan memasuki usia remaja kekurangan pengetahuan mengenai seks. Hal ini
dikarenakan orangtua masih tabu membicarakan seks dengan anaknya dan hubungan
antara orangtua dengan anak yang tidak erat sehingga anak mencari sendiri
informasi-informasi yang mereka inginkan melalui media informasi disekitar
mereka.
Media-media pornografi yang
dengan mudahnya bisa didapat saat ini telah menjadi sumber pembelajaran utama
mengenai pengetahuan seks bagi remaja. Seringkali remaja menikmati pornografi
secara sembunyi-sembunyi. Pornografi tersebut mereka nikmati melalui media
pornografi yang tersedia dengan berbagai jenis dan bentuk.
Di Indonesia sendiri internet
adalah sumber materi pornografi yang mudah diakses oleh remaja. Kemudahan dalam
mengakses pornografi tersebut menjadi faktor utama bagi remaja untuk ketagihan
mengonsumsi pronografi.
Jenis-jenis Pornografi
Terdapat berbagai macam jenis-jenis
pornografi, salah satunya yang seringkali dilakukan oleh para remaja sering
kita dengar dengan istilah masturbasi. Apa itu masturbasi ?
Masturbasi merupakan seks yang
dilakukan dengan cara merangsang alat kelaminnya dengan sengaja untuk
mendapatkan atau memperoleh kenikmatan maupun kepuasan seksual. Masturbasi bisa
dilakukan dengan alat bantu yang berfungsi untuk mendapatkan tingkat kenikmatan
yang lebih tinggi sehingga kepuasan seksual bisa tercapai.
Jika dilihat dari cara penyampaiannya,
bentuk pornografi dibedakan menjadi 2 macam:
I.
Audio
visual
Bentuk kegiatan pornografi dapat
dilakukan secara audio visual. Contoh yang berhubungan dengan audio visual
adalah membuat suatu video porno antara pasangan satu dengan pasangan yang lainnya.
Yang dimaksud audio visual adalah gambar hidup dengan disertai suara dari
si pemain.
II.
Visual
Bentuk bentuk kegiatan
pornografi dapat dilakukan secara visual. Contoh yang berhubungan dengan visual
misalnya membuat foto foto atau gambar gambar syur antara pasangan satu
dengan pasangan yang lainnya. Biasanya pornografi visual ini dilakukan dengan
teks secara tertulis, misalnya komik porno, majalah porno, cerpen yang berisi
porno, dan sebagainya. Pornografi mengandung unsur unsur yang bersifat telanjang atau memperlihatkan alat kelamin pada sebuah media
elektronik maupun cetak. (Arfiansyah, 2011).
Bahaya Pornografi Bagi Remaja
Pornografi
memiliki bahaya yang sangat besar pada remaja. Dampak negative dari pornografi
yang paling besar adalah ketagihan pornografi. Bermula dari mencoba-coba
kemudian ketagihan. Kecanduan
pornografi adalah perilaku berulang untuk melihat hal-hal yang merangsang nafsu
seksual, dapat merusak kesehatan otak dan kehidupan seseorang, serta pecandu
pornografi tidak sanggup menghentikannya.
Jika anak sudah kecanduan dengan
pornografi maka akan berdampak pada kesehatannya bahkan psikis sang anak juga
akan terganggu.
Dari segi kesehatan
Otak
merupakan pusat pengaturan perilaku, terdiri dari banyak sirkuit, melibatkan
beberapa area yang terbentuk dari proses belajar. ”Anak dan remaja yang
kecanduan pornografi akan mengalami gangguan perilaku dan kemampuan
inteligensia, merasa senang bila melihat materi pornografi,” (Fakultas Yetty
Ramli, dalam Kompas , 2011).
Ahli
bedah saraf Rumah Sakit San Antonio, AS, Donald L Hilton Jr, menjelaskan, “kecanduan
mengakibatkan otak bagian tengah depan (ventral tegmental area) mengecil.
Penyusutan sel otak yang memproduksi dopamine, zat kimia pemicu rasa senang,
itu mengacaukan kerja neurotransmitter, pengirim pesan.” (Kompas, 2011).
Dari segi kejiwaan (psikologis)
Bagi remaja yang kecanduan
pornografi maka ia akan memilih untuk bergelut dengan dunia fantasinya sendiri
yang bersifat seksual. Hal itu akan berdampak buruk pada pergaulannya dan juga
pola pikirnya yang mulai kacau karena mudah tebawa pada pikiran kotor.
Seperti yang dikatakan oleh
Randall F Hyde PhD dari Department of Clinical Psychology, Brigham Young
University, Amerika, terdapat perubahan-perubahan pada anak yang mengalami masalah
dengan pornografi. Tanda-tanda adanya pornografi dalam kehidupan anak antara
lain anak menjadi depresi, mudah tersinggung, menarik diri, dalam berbahasa
menjadi lebih mengarah pada seks, dan mengisolasi diri.
Cara Menanggulangi Pornografi Internet pada Remaja
Untuk mencegah terjadinya
pornografi dan pornoaksi yang sudah semakin meluas, perlu di lakukan evaluasi
atau pencegahan. Hal-hal yang perlu kita lakukan adalah :
1) Harus ada pengawasan orang tua terhadap
aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh anak-anaknya, baik di rumah maupun di
luar rumah.
2) Mengadakan penyuluhan, misalnya penyuluhan
tentang bahaya atau akibat dari pornografi. Penyuluhan tersebut dapat dilakukan
oleh pihak-pihak terkait yang mengerti tentang pornografi. Bentuk penyuluhan
tersebut dapat di lakukan di sekolah, lingkungan masyarakat ataupun suatu
lembaga-lembaga lainnya.
3) Memberikan pengetahuan tentang apa itu sex
pada para siswa di sekolah melalui pelajaran olahraga maupun penyuluhan dari
Bimbingan Konseling (BK).
4) Harus ada penindakan hukum yang tegas
tentang UU pornografi. (Arfiansyah,
2011).
Reference List
KBBI. (2013).
Pornografi. Diunduh dari http://kamusbahasaindonesia.org/pornografi
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum APIK. (2008). Undang-undang: Pornografi. Jakarta: Author. Diunduh dari http://www.lbh-apik.or.id/uu-pornografi.htm
Arfiansya. Y. (2011). Pornografi dan ponoaksi. Diunduh dari http://hukum.kompasiana.com/2011/03/11/pornografi-dan-pornoaksi-346718.html
Kecanduan Pornografi Mengganggu Fungsi Otak. (2009).
Diunduh dari http://lipsus.kompas.com/mudikkompas/read/2009/03/03/06060073/Kecanduan.Pornografi.Mengganggu.Fungsi.Otak
Anna. L. K. (2011). Pornografi merusak otak anak. Diunduh dari http://health.kompas.com/read/2011/01/18/06360898/Pornografi.Merusak.Otak.Anak