Sabtu, 27 September 2014

ETIKA DAN MORAL

 


PENGERTIAN ETIKA

Etika sbg cabang filsafat juga disebut filsafat moral (moral philosophy).Secara etimologis, etika berasal dari kata Yunani=Ethos: watak.Sedangkan moral berasal dari kata Latin: Mos (tunggal), moris (jamak) artinya kebiasaan. Jadi etika atau moral dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kesusilaan. Obyek material dari etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia.Perbuatan dimaksudkan di sini adalah yang dilakukan secara bebas dan sadar.Obyek formal dari etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidak bermoral dari tingkah laku tersebut.

Etika dibedakan menjadi 2, yaitu :
       ETIKA PERANGAI
                Adat istiadat atau kebiasaan yang menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat di daerah-daerah tertentu, pada waktu tertentu pula.berlaku karena disepakati masyarakat berdasarkan hasil penilaian perilaku. Contoh: berbusanaadat, pergaulan muda-mudi, perkawinan semenda, upacara adat.
       ETIKA MORAL
 Berkenaan dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodratmanusia.Apabila dilanggar timbul kejahatan, yaituperbuatan yang tidak baik dan tidak benar.Kebiasaan ini berasal dari kodrat manusia yang disebutmoral.Contoh: berkata danberbuat jujur, menghargai hak orang lain, menghormati orang tuaatau guru, membelakebenarandankeadilan, menyantunianakyatim-piatu

ARTI ETIKA
       Etikasebagaiilmu
                “Ilmutentangapa yang baikdanapa yang burukdantentanghakdankewajiban moral.”
       Etikasebagaikodeetik
                “Kumpulan asasataunilai yang berkenaandenganakhlak.”
       Etikasebagaisistemnilai
                “Nilaimengenaibenar-salah yang dianutolehsuatugolonganataumasyarakat.”

OBYEK MATERIAL DAN OBYEK FORMAL ETIKA
       Objek material = suatuhal yang dijadikansasaranpemikiran, suatuhal yang diselidiki, atausuatuhal yang dipelajari. Objek material bisabersifatkonkretatauabstrak.
       Objek formal = caramemandangataumeninjau yang dilakukanseorangpeneliti/ ilmuwanterhadapobjekmaterialnyasertaprinsip-prinsip yang digunakannya.
       Objek material etika= tingkahlakuatauperbuatanmanusia(perbuatan yang dilakukansecarasadardanbebas).
       Objek formal etika = kebaikandankeburukan, bermoraltidakbermoraldaritingkahlakutersebut. (Perbuatan yang dilakukansecaratidaksadaratautidakbebas, tidakdapatdikenakanpenilaianbermoralatautidakbermoral).

ETIKA SEBAGAI CABANG ILMU FILSAFAT
Etika merupakan cabang filsafat yang mengenakan refleksi dan metode tugas manusia dalam upaya menggalinilai-nilai moral, atau menerjemahkan pelbagai nilai itu kedalam norma-norma, lalu menerapkannya pada situasi kehidupan konkret.
Sebagai ilmu, etika mencari kebenaran; sebagai filsafat, etika mencari keterangan (dan kebenaran) yang sedalam-dalamnya. Sebagai tugas, etika mencari ukuran tentang baik-buruknya tingkah laku manusia.
Berdasarkan kajian iilmu, etikadibedakan menjadi 2 , yaitu :
1. Etika Normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
2.Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma, dsb.

TUJUAN BELAJAR ETIKA
-Untukmenyamakanpersepsitentangpenilaianperbuatanbaikdanperbuatanburukbagisetiapmanusiadalamruangdanwaktutertentu  -Sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.

PERBEDAAN ETIKA DENGAN ETIKET
Etiket menyangkut “cara” suatu perbuatan harus dilakukan.Etika tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan; etika memberi norma tentang “perbuatan itu sendiri”.
Etiket hanya berlaku dalam pergaulan; etika tidak tergantung pada hadir tidaknya orang lain.
Etiket bersifat relatif; etika jauh lebih bersifat absolut.
Etiket hanya memandang manusia dari segi lahiriah saja; etika menyangkut manusia dari segi dalam.






PERBEDAAN ETIKA DAN ETIKET MENURUT BERTENS
ETIKA
ETIKET
1. Menetapkannormaperbuatan,
apakahbolehdilakukanatau
tidak, misal: masukrumah orang
laintanpaizin.
1. Menetapkancaramelakukan
perbuatan, menunjukkancara
    yang tepat, baik, danbenar
sesuaidengan yang diharapkan
2. Berlakutidakbergantungpada
adatidaknya orang lain, misal
laranganmencuriselaluberlaku, 
baikadaatautidak orang lain.
2. Berlakuhanyadalampergaulan,
jikatidakada orang lain etiket
tidakberlaku.
3. Bersifatabsolut, tidakdapat
ditawar-tawar, misal: jangan
mencuri, janganmembunuh
3. Bersifatrelatif, dianggaptidak
sopandalamsuatukebudayaan
dapatdianggapsopandalam
kebudayaan lain.
4. Memandangmanusiadarisegi
dalam<batiniah>
4. Memandangmanusiadarisegi
luar<lahiriah>




Tidak ada komentar:

Posting Komentar