Selasa, 23 September 2014

Hai teman-teman , jika postingan sebelumnya saya telah membahas tentang apa itu filsafat sampai ke kegunaannya maka, kali ini saya akan memposting tentang salah satu pencabangan dari ilmu filsafat.

Happy reading guys :))

AKSIOLOGI
Apa itu aksiologi ?? 
Aksiologi adalah pencabangan dari ilmu filsafat yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya.  Aksiologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani, yaitu axios dan logos. Axios berarti nilai dan logos berarti ilmu. Nilai berkaitan dengan kegunaan. Aksiologi adalah bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk, benar dan salah, serta tentang cara dan tujuan dari perbuatan manusiaAksiologi merumuskan suatu teori yang konsisten mengenai perilaku etis.

Pembagian Nilai Dalam Aksiologi
Dalam aksiologi, terdapat dua pembagian nilai , yaitu nilai etika dan nilai estetika.
Nilai etika adalah cabang dari ilmu filsafat yang membahas secara kritis dan sistematis masalah-masalah moral. Kajian ini lebih fokus pada perilaku, norma dan adat istiadat. Tujuan dari nilai etika adalah agar manusia mengetahui dan mampu mempertanggungjawabkan apa yang ia lakukan.
Sedangkan nilai estetika sendiri mengkaji tentang prinsip-prinsip yang mendasari penilaian atas berbagai bentuk seni, yang mengkaji apa tujuan seni, apa peranan rasa dalam pertimbangan estetika, bagaimana kita bisa menganal karya besar seni.  Estetika berkenaan dengan nilai tentang pengalaman keindahan yang dimiliki manusia terhadap lingkungan dan fenomena di sekelilingnya.
  FAKTA dan NILAI
Fakta adalah sesuatu yang ada secara nyata, berlangsung begitu saja. Fakta dapat dilukiskan secara objektif. Misalnya, letusan gunung Merapi. Letusan bisa  punya nilai bagi seseorang, tidak bagi yang lain.
Sedangkan nilai adalah sebagai sesuatu yang berlaku, sesuatu yang memikat/mengimbau kita. Nilai berperanan dalam suasana apresiasi, sementara fakta ditemui dalam konteks deskripsi.
Fakta selalu mendahului nilai, duluan fakta baru penilaian atas fakta tersebut.

NILAI MORAL
Nilai moral memiliki kekuatan besar yang memaksa kita untuk menerimanya, walaupun bertentangan dengan hasrat kecenderungan dan kepentingan pribadi kita.
Ciri-ciri nilai moral: 
1). Berkaitan dengan tanggung jawab kita sebagai manusia. Nilai moral bisa diwujudkan dalam perbuatan  yang sepenuhnya jadi tanggung jawab.
2). Berkaitan dengan hati nurani
3). Mewajibkan, misalnya nilai moral mewajibkan secara absolut
4). Bersifat formal: tidak ada nilai moral yang ‘murni’ terlepas dari nilai lain.
Nilai sebagai kualitas yang tidak riil. Jadi, nilai itu bukan merupakan benda atau unsur dari benda, melainkan sifat, kualitas yang dimiliki objek tertentu yang dikatakan ‘baik’.

Obyektivitas dan Subyektivitas Nilai
Nilai itu bersifat objektif, tapi kadang-kadang bersifat subjektif. Dikatakan objektif jika nilai-nilai tidak tergantung pada subjek atau kesadaran yang menilai. Tolak ukur suatu gagasan berada pada objeknya, bukan pada subjek yang melakukan penilaian. Kebenaran tidak tergantung pada pendapat individu melainkan pada objektivitas fakta. Sebaliknya, nilai menjadi subjektif, apabila subjek berperan dalam memberi penilaian; kesadaran manusia menjadi tolak ukur penilaian. Dengan demikian nilai subjektif selalu memperhatikan berbagai pandangan yang dimiliki akal budi manusia, seperti perasaan yang akan mengasah kepada suka atau tidak suka, senang atau tidak senang.

Peranan Nilai Bagi Kita
1) Nilai merupakan objek sejati bagi tindakan manusia.
2) Nilai mengarahkan manusia dan memberi daya tarik bagi manusia dalam membentuk dirinya melalui tindakan-tindakannya.
3) Menata hubungan sosial dalam masyarakat.
4) Memperkuat identitas kita sebagai manusia



PS: mohon saran dan kritiknya, terimakasih :)



2 komentar:

  1. Kalo bisa latar belakangnya jgn tranparent, atau tulisannya di ganti warna yang agak jelas. Tapi isinya bagus ko :))

    BalasHapus
  2. nice blog, isinya cukup membantu :)

    BalasHapus